Logo

Berita

Institut Teknologi Bandung

31 July 2014
Current weather
29.1 C
Humidity:51 %

BANDUNG, itb.ac.id - Tiga tim dari Fakultas Teknologi Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB mengikuti Shell Eco-Marathon, perlombaan mendesain, merancang, dan membangun kendaran yang efisien energi. Perlombaan diadakan pada 8 s.d 10 Juli 2010 di Sepang International Circuit, Kuala Lumpur, Malaysia. Rektor ITB, Prof. Dr. Akhmaloka melakukan peluncuran kendaraan Shell Eco-Marathon ITB pada Senin, (26/04/10) di Aula Timur ITB. Pada peluncuran ini, hadir pula Djoko Suharto, Wakil Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) ITB sekaligus dosen pembimbing, Hasanuddin Z. Abidin, Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Informasi, dan Kemitraan, Darwin Silalahi, Country Chairman PT Shell Indonesia, serta para anggota tim.

Kejuaraan desain, rancang, dan bangun kendaraan oleh Shell bermula pada 1985 di Eropa, dan diadakan setiap tahun di Amerika dan Eropa. Tahun 2010, Shell Eco-Marathon diadakan di Asia. Pemenang kejuaraan ini adalah tim dengan kendaraan yang paling efisien dalam penggunaan energi. Artinya, dapat menempuh jarak terjauh dengan energi paling sedikit.

"Krisis energi merupakan permasalahan krusial saat ini," tutur Akhmaloka, dalam sambutannya pada peluncuran kendaraan Shell Eco-Marathon ITB. "Sekarang, semua berlomba-lomba dalam penghematan energi dan pencarian energi alternatif. Di mata Indonesia, posisi ITB dalam pembangunan kendaraan yang efisien energi sangatlah penting. Saya senang dan bangga terhadap para mahasiswa serta dosen pembimbingnya, yang menghasilkan karya nyata dalam menghadapi permasalahan krisis energi. Semoga kreasi ini menjadi pemicu bagi mahasiswa lainnya untuk berprestasi."

Ketiga tim yang berlaga di kompetisi antara lain Cikal, pada kategori urban concept, serta HEAVeEXIA dan Rajawali, pada kategori futuristic prototype. Pada konferensi pers, Ananta, salah seorang anggota tim, mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kompetisi ini didasari atas minatnya terhadap otomotif dan keinginan untuk mempraktekkan teori kuliah ke dalam karya nyata. Selain mendapat pengalaman untuk mempraktekkan materi akademis, anggota tim mengaku mendapatkan manfaat lain, seperti kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain, pengendalian emosi, kerja sama, dan manajemen proyek.