Logo

Berita

Institut Teknologi Bandung

1 November 2014
Current weather
27.4 C
Humidity:60 %

Bandung, itb.ac.id - Bumi yang semakin gersang dan mulai tidak nyaman untuk ditempati menjadi sebuah motivasi bagi U-Green, salah satu unit kegiatan mahasiswa di Institut Teknologi Bandung, untuk menyelenggarakan Envirovolution. Envirovolution adalah kegiatan yang berkesinambungan dalam satu tema yaitu "Satukan Hati Untuk Perubahan". Acara ini digelar pada tanggal 29-30 Maret 2010 di Kampus Institut Teknologi Bandung. 

"Sebenarnya tujuan secara umum acara envirovolution adalah kami ingin menyampaikan pesan bahwa bumi makin rusak dan ingin mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu melakukan perubahan." tegas Nurulitha Andini (Planologi) salah satu panitia dari Envirovolution saat ditemui oleh Kantor Berita di sela kesibukannya pada hari Senin (29/03/10).

Acara yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat ini terdiri dari berbagai macam kegiatan, yaitu seminar untuk mahasiswa dan umum, lomba fotografi untuk umum, lomba majalah dinding tiga dimensi untuk pelajar SMP dan SMA, lomba menggambar untuk pelajar SD, SMP, dan SMA, Green Technology Competition, pameran dari LSM di Indonesia.



Era Green Technology

Sebuah seminar yang berjudul "Era Green Technology Menuju Pembangunan Eco-Society di Indonesia" menjadi acara pembuka pada Envirovolution. Seminar ini diselenggarakan di Aula Barat Kampus ITB pada hari Senin (29/03/10) pukul 08.00 s.d. 12.15 WIB. Peserta seminar pun dari berbagai pihak, contohnya dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat dan mahasiswa.

"Green Technology yang ada harus baru, harganya terjangkau, dan memberi dampak sosial dan ekonomi. Itulah yang harus dicapai sebuah teknologi agar bisa diterima di pasaran." ujar Andi Pradjaputra, Direktur Eksekutif INOTEK, sebagai pembicara di seminar ini. Selain Beliau, pembicara lain adalah Dr.Ir. Katharina Oginawati, MS. yaitu dosen Teknik Lingkungan ITB yang membicarakan secara teknis bagaimana green technology. Dan pembicara ketiga adalah Lina dari BPLD Jabar yang menjelaskan tentang sosialisasi dan regulasi green technology.

Menurut Andi Pradjaputra, selama ini teknologi hanya terus dikembangkan dan tidak diimplementasikan atau bahkan dikomersialkan.Padahal proses implementasi dan komersialisasi sangatlah penting, guna memberi masukan ke produsen untuk membuat teknologi yang lebih baik lagi. Hal inilah yang menyebabkan green technology belum bisa dipakai oleh semua elemen masyarakat.



Pameran Envirovolution

Lapangan Basket Kampus ITB yang terletak di depan Campus Center Barat terlihat ramai, sebuah pameran diadakan di tempat itu. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di bidang lingkungan pun turut meramaikan pameran tersebut, beberapa LSM itu adalah Climate Change Center (3C), Bicons (LSM pemerhati burung), Kontak, DPKLTS, Greeneration Indonesia. Selain stand-stand dari berbagai LSM, pameran ini pun diwarnai dengan hasil lomba Envirovolution, seperti ada 51 foto dari lomba fotografi yang mengagumkan para pengunjung, 20 gambar dari lomba menggambar untuk tingkat SD, SMP dan SMA, dan terakhir adalah 14 majalah dinding tiga dimensi yang merupakan karya pelajar SMP dan SMA.

Tentunya sebuah acara peduli lingkungan harus mencerminkan tema acara tersebut, hal ini dapat dilihat dengan adanya sebuah zero waste spot. Dimana para pengunjung tidak boleh buang
sampah sembarangan dan harus membuang sampah sesuai jenis sampah tersebut. Inilah yang menjadikan Envirovolution sebagai zero waste event.