Logo

Berita

Institut Teknologi Bandung

21 October 2014
Current weather
23.3 C
Humidity:75 %

klik untuk memperbesarTemu Pakar Pengarusutamaan Gender
Tanggal 18 Desember 2002
Di Hotel Panghegar Bandung


Catatan Sambutan WR Bidang Akademik ITB
Pengalaman ITB dalam Studi, Kajian dan Isu Gender

1. Tumbuhnya minat di beberapa departemen untuk melakukan kajian hubungan teknologi dengan aspek gender. Contoh :
Departemen Teknik Lingkungan melihat masalah gender di dalam kajian kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan.
Departemen Teknik Sipil, khususnya Kelompok Bidang Keahlian Manajemen Konstruksi melihat dimensi kodrat wanita dalam proses konstruksi.
Departemen Teknik Arsitektur di berbagai Kelompok Bidang Keahlian yang terdapat di dalamnya, seperti 1) Perumahan dan Permukiman, 2) Perancangan Arsitektur, dan 3) Sejarah; Teori dan Kritik Arsitektur, telah lama memperhatikan masalah gender, tidak hanya dalam kajian-kajiannya tetapi dalam pemberian dan pembahasan tugas-tugas mahasiswa.
Departemen Teknik Industri dan Departemen Desain Produk di dalam kajian-kajian tentang ergonomi.
Departemen Sosio Teknologi (yang akan datang), yang tidak terlepas dari dimasukkannya aspek gender dalam melihat hubungan antara teknologi dengan aspek sosial kemasyarakatan.
Pengembangan kuliah-kuliah humaniora di ITB
2. Beberapa pusat penelitian di bawah Lembaga Penelitian ITB telah secara ekplisit melakukan kajian, studi dan penelitian tentang gender, baik yang diinisiasi dari dalam maupun yang menjadi kerjasama dengan lembaga-lembaga di dalam atau di luar negeri.
Pusat Penelitian Teknologi, yang sejak lama telah meneliti teknologi-teknologi tepat guna.
Pusat Penelitian Lingkungan Hidup yang sejak berdirinya telah memperhatikan dimensi gender di dalam masalah-masalah lingkungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Kerjasama-kerjasama dengan lembaga-lembaga luar negeri telah banyak dilakukan dalam kajian-kajian ini (Contoh: US-AID, International Labour Organisation, Institute of Social Studies di Den Hag, Ford Foundation, Sasakawa Peace Foundation, dan lain-lain). Juga kerjasama dengan (dahulu) Kantor Menteri Negara Urusan Peranan Wanita.
Pusat Penelitian Pariwisata, yang melakukan kajian tentang hubungan pariwisata dengan gender.
Dll.

3. Pengembangan Forum Studi Wanita di dalam Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, ITB, yang perkembangan awalnya muncul dari suatu keinginan untuk mencari wadah yang spesifik untuk melakukan kajian-kajian gender dan peranan wanita. Perkembangan ini juga tidak terlepas dari hubungan-hubungan dengan Kantor Menteri Negara Peranan Wanita (ketika itu).

4. Pengembangan Kelompok Dosen Perempuan di ITB yang menjadi wadah komunikasi tentang peranan dosen-dosen perempuan dan pertimbangan tentang kebutuhan dosen perempuan dalam perkembangan ITB
Gender datam (Pembangunan dan Pendidikan) Teknologi

Kesetaraan gender merupakan isu universal tetapi konsep kesetaraan sendiri seperti halnya konsep keadilan merupakan bagian tak terpisahkan dari kondisi social yang syarat dengan konteks setempat.

Melakukan perubahan nilai-nilai yang mendasari bagaimana seseorang berpikir, bertindak dan berperilaku merupakan pekerjaan yang sangat besar. Disamping hukum yang menjadi pembatas "politis" atas kebenaran yang diakui dan syah, pendidikan menjadi instrumen penting untuk melakukan transformasi social. Pembangunan itu sendiri (seperti a.l. disebutkan oleh Sudjatmoko) merupakan suatu upaya mewujudkan peradaban baru, membangun system system serta nilai nilai social yg akan menopang harga diri individu, pembebasan dari belenggu keterbelakangan dan memberikan peluang kesuburan pertumbuhan potensi.
Negara berkembang mempunyai ketergantungan inforrnasi dan teknologi kepada negara Barat, padahal negara berkembang mempunyai latar belakang budaya yang berbeda. Menguasai teknologi dan informasi memungkinkan kita berpeluang lebih besar mengembangkan potensi kita menuju transformasi social yang ingin kita wujudkan sesuai dengan harapan harapan kita sendiri.
Teknologi umumnya diartikan secara sempit dan dicitrakan berkarakter maskulin. Teknologi juga dapat menjadi instrumen pembangunan yang tidak bersifat netral, yang dapat membawa kesenjangan social dan gender semakin melebar.
Sebagai bagian dari pelaku pembangunan dan menyangkut pengembangan instrumen (informasi dan teknologi) yg strategis dalam transformasi social, ITB merasa sangat berkepentingan ikut serta dalam upaya-upaya menghapuskan ketimpangan, termasuk ketimpangan gender. Di lingkungan ITB sendiri, semakin banyak perempuan yang mendalami bidang bidang keahlian dan kedudukan pimpinan akademik yang selama ini lebih dikenal sebagai pekerjaan laki-laki.
ITB berharap dapat memberikan sumbangan yang lebih besar dalam kehidupan berbangsa dan negara, pelaku perubahan ke arah yang dicita-citakan bersama dengan pelaku pembangunan lain, menghapuskan berbagai ketimpangan, khususnya gender, melalui pengembangan informasi, teknologi dan seni.