Logo

Berita

Institut Teknologi Bandung

24 October 2014
Current weather
19.8 C
Humidity:83 %

Program Studi Teknik Kimia ITB membantu mahasiswa untuk memperoleh beasiswa JICA (Japan International Cooperation Agency) di dalam lingkup AUN/SEED-NET (Asia University Network – South East Asia Engineering Development Network). Beasiswa ini ditujukan bagi seluruh mahasiswa Teknik Kimia yang berminat meneruskan pendidikannya sampai ke jenjang Master dan Doktor. Program beasiswa ini dijelaskan dalam acara presentasi JICA pada hari Rabu, 8 November 2006. Acara yang digelar pukul 10.00- 11.30 WIB di ruang 239 Program Studi Teknik Kimia ini menghadirkan Dr. Rayman Tan selaku ketua Program Pascasarjana De La Salle University, Manila, Filipina.



De La Salle University, Manila, Filipina terpilih sebagai host dalam program beasiswa JICA AUN/SEED-NET untuk bidang Teknik Kimia. Universitas ini telah memberikan fasilitas bagi penerima beasiswa sejak tahun 2003. Tiap tahun universitas ini menerima minimal lima mahasiswa Master dan dua mahasiswa Doktor. Program JICA merupakan program beasiswa bagi perguruan-perguruan tinggi yang ada di Asia sebagai salah satu upaya pemerintah Jepang dalam mengembangkan pendidikan dan penelitian di Asia. Program AUN/SEED-NET diikuti banyak negara di Asia Tenggara, salah satunya di Indonesia. “Program ini menawarkan scholarship, faculty research exchange, collaborating research bagi universitas-universitas yang terpilih,” kata Dr. Tang.



Untuk beasiswa tahun 2007-2008, De La Salle University mengadakan seleksi penerima beasiswa. Seleksi ini hanya bisa diikuti di dua tempat, yaitu ITB dan UGM (Universitas Gajah Mada) Yogyakarta. Sehingga para peserta seleksi harus berkompetisi dengan calon-calon dari negara lain untuk memperebutkan lima sampai sembilan tempat untuk Program Master dan dua sampai tiga Program Doktor. Kompetisi peserta kemungkinan akan sulit mengingat banyak peminat beasiswa dan fasilitas yang diberikan. Penerima beasiswa akan menerima uang ganti pesawat, biaya hidup, insuransi kesehatan. Penerima beasiswa juga akan menjalani kegiatan belajar mengajar di Jepang selama setahun.