Logo

Berita

Institut Teknologi Bandung

23 October 2014
Current weather
23.3 C
Humidity:75 %

klik untuk memperbesarDepartemen Biologi ITB melaksanakan acara Purnabakti Guru Besar Departemen Biologi ITB dan Orasi Ilmiah, pada hari Sabtu, tanggal 14 Juni 2003 bertempat di Aula Barat ITB jalan Ganesa 10 Bandung .
Para Guru Besar yang purnabakti tersebut adalah Prof. Dr. R.E. Soeriaatmadja , Prof. Dr. Soelaksono Sastrodihardjo dan Prof. Dr. Sri Sudarwati.

Prof. Dr. R.E. Soeriaatmadja menyelesaikan S1 ITB tahun 1961, S3 dari Oregon State University, USA tahun 1965, sedangkan Kepakarannya di bidang Ilmu Lingkungan.
Prof. Dr. Soelaksono Sastrodihardjo lulus dari S1 ITB tahun 1962, S3 dariUniversity of Illinois, USA 1966, Kepakarannya dalam Bidang Entimologi.
Prof. Dr. Sri Sudarwati menyelesaikan S1 dari ITB tahun 1959, S2 dari University of Kentucky, USA tahun 1962, dan S3 dari ITB tahun 1970, Kepakaran dalam Bidang Biologi Perkembangan.

Acara purnabakti tersebut diawali dengan sambutan sambutan dari : Ketua Departemen Biologi ITB, Dr. Taufikurahman; Dekan FMIPA, Dr. Cynthia Linaya Radiman dan Sambutan Rektor ITB yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Ir. Adang Surahman.

Orasi Ilmiah oleh Prof. Djoko T. Iskandar dengan materi tentang Pendekatan Evolusi dalam Biosistematik dan Ekologi : Menelusuri Masa lalu, Menapak Masa Kini dan Menyongsong Masa Depan.

Selain Orasi Ilmiah juga disampaikan Kilas Balik Perjalanan Karir Ketiga Guru Besar Departemen Biologi ITB yang kemudian dilanjutkan dengan Untaian Kesan terhadap Guru Besar yang Purnabakti tersebut.

Di bawah ini Pengantar dari Ketua Departemen Biologi ITB
Pada acara Purnabakti tiga guru besar Departemen Biologi ITB,
Aula Barat ITB, 14 Juni 2003

Rektor ITB,
Para Dekan dan para pimpinan Departemen di lingkungan ITB, Senior kami Prof. Dr. Sri Sudarwati, Prof Dr. RE. Soeriaatmadja, Prof Dr. Soelaksono yang kami cintai
Para undangan, rekan-rekan sejawat, khususnya Prof Dr. Djoko T. Iskandar, yang berbahagia, dan para mahasiswa yang kami
banggakan.

Segenap puji syukur kita panjatkan kehadhirat Allah Swt, atas perkenan-Nya jualah kita dapat hadir di gedung Aula Barat ITB yg anggun dan bersejarah ini, untuk memberikan apresiasi kepada tiga guru besar Depertemen Biologi ITB yang telah memasuki masa pensiun mereka. Ketiga guru besar Biologi ITB tersebut: Prof. Dr. Sri Sudarwati, Prof. Dr. Soelaksono Sastrodihardjo, dan Prof Dr. R.E. Soeriaatmadja. ...\'

Biasanya acara seperti ini dilaksanakan secara spesifik untuk masing-masing Guru besar, namun atas permintaan para senior karni, untuk alasan efisiensi dan agar lebih semarak, acara pelepasan pumabakti untuk ketiga guru besar Biologi ini dilaksanakan dalam satu acara yang sarna. Disamping itu hari ini kits juga akan menyimak orasi ilmiah Prof.Dr.Djoko T. Iskandar berjudul \"Pendekatan evolusi dalam biosistematik dan ekologi: menelusuri masa lalu, menapak masa kini dan menyongsong masa depan\". Kita bersyukur bahwa Departeman Biologi ITB kali ini tidak mengalarni masa vacuum of Professor, walaupun jumlah penggantinya belum sebanyak jumlah yang pensiun.

Hadirin yang berbahagia,
Izinkan saya untuk sedikit berbagi cerita mengenai perjalanan karier ketiga guru besar Biologi ITB yang kita apresiasi hari ini. Yang pertama adalah Prof.Dr.Sri Sudarwati, karena beliau adalah yang pafuig senior dari para senior kami saat ini.

Sri Sudarwati muda menyelesaikan SMU th 1953, dan menyalurkan hobinya dalam dunia atletik, beliau bergabung dalam organisasi \"Gabungan atletik Bandung\" (GABA) yang ditekuninya hingga tahun 1954. Beliau menyelesaikan tahapan sarjana muda tahun 1957 dan lulus menjadi sarjana Biologi tanggall9 Juni 1959. Tesisnya sebanyak 8 buah dikerjakan dibawab bimbingan Dr. Doddy A. Tisnaamidjaja, Dr. Ch. Zeller dan Prof.Dr. Roger W. Barbour. Tanggall Sept 58 bu Sri muda diangkat sebagai pegawai bulanan dengan gaji sebesar Rp. 316. Setahun kemudian gajinya naik jadi Rp. 960,-.
Gelar Master beliau peroleh tahun 1962 dari University of Kentucky, Lexington, USA. Tahun 1963-1964 Bu Sri menjadi Ketua Jurusan Zoologi. Tahun 1964-1968 (2 periode) sebagai Ketua Bagian Biologi. Selanjutnya selama tahun 1968-1969 Bu Sri mengikuti training embriologi di Utrecht, Netherland. Gelar doktor diperolehnya tahun 1970 dari ITB Dari bulan Juni 1975 sid Juni 1977 bu Sri mendapat tugas mengajar di Universiti Kebangsaaan Malaysia. Sampai tahun 1978 dalam kedudukan pangkat IV c gaji beliau Rp. 7.480,- 1 Oktober 1978 beliau diangkat menjadi Guru besar dengan gaji pokok Rp. 98.600, dan terakhir gaji pokoknya Rp. 722.500,- dan tunjanganjabatan dosen sebesar Rp. 250.000,-.

Tahun 1979-1981 Bu Sri kembali menjadi ketua Departemen Biologi ITB Tahun 1981-1984 dan 1985-1988 Bu Sri menjadi Dekan FMIPA ITB (selama 2 periode). Tahun 1997 tunjangan jabatannya menjadi Rp. 600.000,- Tahun 2001 gaji pokoknya menjadi Rp. 1.500.000,- dengan tunjangan dosen sebesar Rp. 900.000,- Terhitung mu1ai 1 April 1998 bu Sri mendapat perpanjangan batas usia pensiun hingga 70 tahun sampai dengan 31 Maret 2003.
Bu Sri adalah sosok pendidik yang berdisiplin, kerja keras, konsisten, cennat dan sabaT dalam menjalankan tugas yang diamanahkan kepada beliau. Departemen Biologi tumbuh dengall sentuhan tangannya, ketajaman analisisnya dan konsistensinya pada keilmuan Biologi. Bidang keahlian beliau adalah Biologi Perkembangan. Didalam bidang tersebut Biologi ITB dikenal di tanah air.
Dalam rapat-rapat Staf atau rapat majelis beliau selalu datang awal dengan buku catatannya yang tak pernah ketinggalan. Beliau dikenal kritis daD tegas pada saat diperlukan, tetapi beliau juga tal-: segall bercanda dengan kami yang muda-muda.
Berikutnya adalah Prof. Dr. Soelaksono sastrodihardjo. SoeJ muda menjadi sarjana Biologi ITB tgl 15-6 -1962 dengan tesis dibawah bimbingan Prof.Dr.Doddy A. Tisnaamidjaja, Prof. Dr. J .Holz, dan Drs. Soetarto. .Tanggal 1 Juni 1962 beliau diangkat sebagai pegawai bulanan pada dep kimia/biologi ITB dengan gaji Rp 868. Sebulan kemudian beliau diangkat sebagai pegawai bulanan (asisten ahli) dalam mata pelajaran praktika comparative anatomi sistematik vertebrata dengan gaji pokok sebesar Rp. 1144,-. Tahun 1964 pak Soel menyelesaikan MSc di University of lllinois, dan selanjutnya beliau menyelesaikan Pill nya dari universitas yang sarna tahun 1966. Tanggal 9 Sept 1968 pak Soel menikah dengan seorang gadis bernama Tjan Kiauw Nio (yang juga Star Biologi ITB) di Cibeunying dengan mas kawin berupa satu Qut\'an dan dibayar tunai.
Pak Soel pernah menjadi Direktur PAU IImu Hayati ITB tahun 1987-1995, dan dalam masa tersebut beliau banyak membantu pengiriman Staf muda Biologi untuk melanjutkan studi PhD di luar negeri. Tanggal 1 April 1991 pak Soel diangkat menjadi Guru besar di Departemen Biologi ITB Terhitung tgl 3 Januari 2003 pak Soel memasuki masa pensiun. Gaji pokok terakhir pak Soel sebesar Rp. 1.500.000,- dengan tunjangan jabatan dosen sebesar Rp. 900.000. Selama 40 th beliau telah mengabdi di Dept Biologi ITB
Bidang yang dikembangkan pak Soelaksono adalah Entomologi. Dalam mendidik kami, beliau memberikan kebebasan penuh kepada mahasiswa untuk mencari dan mengembangkan sendiri ilmu yang dituntutnya namun tetap memberikan bimbingan dan arahan yang diperlukan mahasiswa agar tidak tersasar. Pak Soel selain sebagai ilmuwan, kita mengenal beliau sebagai seorang dengan jiwa seni yang tinggi. Beliau senang melukis dan menyanyi, sebuah hobby yang sangat menyenangkan bagi beliau.
Selanjutnya Prof. Dr. R.E. Soeriaatmadja. Aat muda menjadi kandidat sarjana muda di ITB tahun 1960. Beliau diangkat sebagai Asisten ahli tanggal 1 Oktober 1965, dengan gaji sebesar Rp. 1144, dan setahun kemudian menjadi lektor muda, dengan gaji naik menjadi Rp 1.396. Tanggal 2 Juni 1963 Pak Aat menyelesaikan program Master di Oregon State University. Tahun 1965 beliau menyelesaikan PhD nya di universitas yang sarna. Tahun 1970- 1974 pak Aat diperbantukan mengajar pada Universiti kebangsaan Malaysia 1 Januari 1975-1 Januari 1977 pak Aat menjabat sebagai Ketua Departemen Biologi .Terhitung I April 1996 pak Aat diangkat menjadi guru besar dalam bidang ilmu ekologi, dengan gaji pokok sebesar Rp. 516.600,. dan tunjangan jabatan dosen sebesar Rp. 250.000,.. Pertengahan tahun 70-an pak Aat menerbitkan buku Pengantar Ilmu Lingkungan yang selanjutnya digunakan sebagai buku pegangan kuliah Pengetahuan Lingkungan. Sejak tahun 1980 pak Aat diperbantukan di Kementerian Lingkungan Hidup sebagai Pembantu Asisten Menteri, staf Ahli dan Asisten Menteri Lingkungan Hidup hingga tahun 1998. Sejak tanggal1 Agustus 2001 pak Aat memasuki masa pensiun.
Pak Aat adalah sosok ilmuwan yang memiliki wawasan yang luas. Selama kariernya beliau telah menunjukkan bagaimana ilmu Biologi. khususnya Ekologi. dapat berbicara ditengah masyarakat, dalam pembangunan. Keterlibatan beliau di Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup selama belasan tahun memberikan warna tersendiri pada Biologi ITB khususnya dalam Biologi Lingkungan atau Ekologi. Dari beliau lahir ide untuk menggulirkan program S2 Biologi dengan bidang khusus Pengelolaan sumberdaya hayati dan lingkungan hidup Tropika.
Segenap kelurga besar Departemen Biologi ITB menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih yang tak terhingga atas pengabdian yang telah diberikan oleh ketiga Guru besar Biologi ITB yang telah membina Departemen Biologi ITB mendidik dan mengembangkan ilmu Biologi sehingga menjadi dikenal luas. dan disegani di dalam dan diluar negeri. Jerih payah mereka telah membuahkan hasil yang sangat berharga yang saat ini kita nikmati bersama dan kerja keras tersebut akan terus kami lanjutkan dan tingkatkan. Jasa, pengorbanan dan keteladan yang telah mereka tunjukkan kepada kami merupakan pelajaran yang sangat berharga untuk meraih keberhasilan dimasa depan dengan tantangan yang semakin besar.

Kepada Allah Swt kami memanjatkan do\'a semoga ketiga senior kami ini diberikan kebahagiaan dalam menjalani masa pensiunnya, kebahagiaan dalam hidup di dunia daD kebahagiaan di akherat kelak.
Selanjutnya kepada Prof. Dr. Djoko T. Iskandar kami ingin menyampaikan ucapan Selamat atas keberhasilan pak Djoko dalarn mencapai jenjang tertinggi dalam karier seorang Dosen. Kami bangga dengan hal tersebut, insya AlIah Biologi ITB tidak akan pemah sepi dari iImuwan-ilmuwan yang terus bersemangat dalarn meraih jenjang karier tertinggi dalam pengabdian dan pengembangan iImu Biologi. Seperti pak Djoko pernah bilang, \"seorang Professor juga manusia biasa\" dan itu beliau ucapkan sambil membereskan piring dan gelas kotor yang ditinggalkan rekan kami (yang masih muda). Pak Djoko, kami berbaris dibelakang anda, kami memerlukan urutan tangan, panutan dan dorongan.

Akhirnya kepada semua pihak yang telah mensukseskan acara ini kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga Allah Swt meridho\'i kita.