Aggregator

HMF 'Ars Praeparandi' ITB

an official site of HMF 'Ars Praeparandi' ITB

Masih perlu senator, HMF?

Sun, 15 Apr 2012 08:13:16 +0000
Tau kan kemaren ada LPJ Senator HMF? Udah tau kan sekarang HMF uda punya Penanggung Jawab Sementara Senator? Atau jangan-jangan pada belum tahu nih? Senator, apa sih yang ada di [...] ...Baca selengkapnya.

Syukuran Wisuda April 2012

Mon, 16 Apr 2012 11:51:39 +0000
Title: Syukuran Wisuda April 2012Location: Selasar Farmasi lt. 1Start Time: 19.00Date: 2012-4-13 ...Baca selengkapnya.

Dies 57 HMF ?Ars Praeparandi?

Fri, 13 Apr 2012 01:21:10 +0000
Pada tanggal 25 Februari 2012, HMF ?Ars Praeparandi ? ITB merayakan hari berdirinya yang ke 57 tahun. Sebenarnya, HMF resmi berdiri sejak tanggal 17 Desember 1959 di Bandung. Acara Dies [...] ...Baca selengkapnya.

Pemikiran Kritis Para Farmasis

Sat, 18 Feb 2012 22:52:46 +0000
Tanggal 31 Maret 2012, Himpunan Mahasiswa Farmasi ?Ars Praeparandi? Institut Teknologi Bandung (ITB) mengadakan Kompetisi Debat Kefarmasian ISMAFARSI Wilayah Bandung Raya sebagai realisasi dari program kerja wilayah Bandung Raya yang [...] ...Baca selengkapnya.

Dicari: Mahasiswa Farmasi

Fri, 20 Apr 2012 15:51:26 +0000
Selama ini Indonesia cukup kerap tertimpa bencana, entah itu karena amarah alam maupun ulah manusia sendiri. Terlepas dari apa penyebabnya, korbannya adalah manusia. Sudah barang tentu manusia menjadi pusat perhatian [...] ...Baca selengkapnya.

MadagARScar

Tue, 17 Apr 2012 16:27:45 +0000
MadagARScar,,,itulah nama acara syukuran wisuda (syukwis) yang diadakan SF pada bulan April 2012..knapa tema ini yang diambil???selain karena ingin menyajikan tema yang berbeda dari syukwis-syukwis sebelumnya, tetapi tema ini juga [...] ...Baca selengkapnya.

Hutan ?MadagARSkar? Farmasi

Fri, 13 Apr 2012 17:00:16 +0000
In the jungle, the mighty jungle, the lion sleeps tonight. . . Sepenggal lagu itu menggambarkan keadaan hutan di saat malam. Tapi, keadaan berbeda terjadi hutan & 8216;Selasar Farmasi’. Tak ada [...] ...Baca selengkapnya.

Polemik di Balik Kenaikan Harga BBM

Mon, 23 Apr 2012 16:44:16 +0000
Minyak atau bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi andalan sumber energi utama seluruh negara dan manusia di dunia, termasuk Indonesia. Tak ayal, naiknya harga minyak dunia menghambat laju pertumbuhan ekonomi [...] ...Baca selengkapnya.

Himpunan Mahasiswa Kimia "Amisca" ITB

Website Resmi Amisca ITB

TALKSHOW MOTIVASI DAN SHARING ALUMNI

Thu, 03 Nov 2011 08:19:17 +0000
Related posts:TALKSHOW LIFE PLANNING Related posts:TALKSHOW LIFE PLANNING ...Baca selengkapnya.

Pemilu Raya HMK AMISCA ITB

Wed, 23 Nov 2011 01:01:04 +0000
No related posts. No related posts. ...Baca selengkapnya.

Syukwis Kimia ITB April 2012

Wed, 11 Apr 2012 13:15:40 +0000
[Syukwis Kimia ITB April 2012] Kimia ITB mempersembahkan & 8220;VIZESA VARA”. Jumat, 13 April 2012. Pukul 15.30 WIB s/d selesai. Di Ruang 2104 Gedung Kimia ITB. Menampilkan tari Mamayang, tari Saman, VG Amisca, Kabaret, dan masih banyak lagi. Ditunggu partisipasinya, kakak-kakak dan teman-teman. Related posts:Himpunan Mahasiswa Kimia ?Amisca? bekerjasama dengan Keluarga Mahasiswa Muslim Kimia ?Kamamuki? mengadakan [...] Related posts:Himpunan Mahasiswa Kimia ?Amisca? bekerjasama dengan Keluarga Mahasiswa Muslim Kimia ?Kamamuki? mengadakan acara ?Kamiskustik? Pelatihan Instrumentasi Kimia Syukwis Juli 2011 ...Baca selengkapnya.

TALKSHOW LIFE PLANNING

Tue, 08 Nov 2011 03:47:40 +0000
Related posts:TALKSHOW MOTIVASI DAN SHARING ALUMNI Related posts:TALKSHOW MOTIVASI DAN SHARING ALUMNI ...Baca selengkapnya.

CHEM DRAW TRAINING

Tue, 08 Nov 2011 03:45:27 +0000
No related posts. No related posts. ...Baca selengkapnya.

SELAMAT LIBURAN

Mon, 26 Dec 2011 07:13:26 +0000
No related posts. No related posts. ...Baca selengkapnya.

ACARA PUNCAK CHEMISTRY FOR NATION 2011

Wed, 30 Nov 2011 00:05:03 +0000
Related posts:Chemistry for Nation 2011 Dokumentasi Pawai CfN (Chemistry for Nation) 15/08/2011 Related posts:Chemistry for Nation 2011 Dokumentasi Pawai CfN (Chemistry for Nation) 15/08/2011 ...Baca selengkapnya.

Seminar Green Synergy for Better Future

Thu, 03 Nov 2011 08:26:12 +0000
No related posts. No related posts. ...Baca selengkapnya.

AMISCA vs HMP #GVC

Fri, 04 Nov 2011 02:46:17 +0000
No related posts. No related posts. ...Baca selengkapnya.

MUSANG SERTIJAB (POSTINGAN TERAKHIR)

Wed, 01 Feb 2012 06:59:22 +0000
No related posts. No related posts. ...Baca selengkapnya.

Himastron ITB Online

himastron(himpunan mahasiswa astronomi) ITB online

QUASAR

Wed, 21 Apr 2010 21:17:42 +0700
Mari kita sambut keseruannya!!! ...Baca selengkapnya.

International Space Station

Wed, 14 Apr 2010 19:37:00 +0700
International Space Station merupakan benda luar angkasa terbesar yang pernah dibuat oleh manusia. Stasiun ruang angkasa ini hampir seukuran lapangan bola, meski hanya beberapa bagian saja yang berupa modul tempat tinggal. Saking besarnya, ISS tidak dapat diluncurkan secara serentak. ISS dibangun dari bagian-bagian kecil yang diterbangkan ke luar angkasa dan disambungkan satu sama lain.Bagian-bagian tersebut ditopang dengan sebuah tiang yang panjangnya lebih dari 15 meter dan beratnya hingga 10 ton. Tiang penopang inilah yang menjadi tulang punggung ISS dan menghubungkan modul milik Jepang, Amerika Serikat, Rusia, Eropa, serta panel-panel surya yang memberi asupan energi bagi stasiun ruang angkasa ini. Banyak hal yang bisa dilakukan di ISS. Salah satunya adalah memotret sabit Bumi yang menyembul dari kegelapan ruang angkasa seperti yang pada foto berikut ini ...Baca selengkapnya.

Kuliah Umum dan Lecture Series DR.rer.nat. Johny Setiawan

Mon, 06 Dec 2010 03:56:56 +0700
Kuliah Umum dan Lecture Series DR.rer.nat. Johny Setiawan Monday, 06 December 2010 08:13 Akan dilaksanakan Kuliah Umum dan Lecture Series oleh Dr. rer. nat. Johny Setiawan dari Max Plack Institut fur Astronomie - MPIA Heidelberg, Jerman pada: Kuliah UmumRabu , 8 Desember 2010Judul : "Riwayat Sebuah Tata Surya"Jam : 13:00 - 14:00 WIBTempat : Ruang Seminar 2, Program Studi Astronomi ITB Lecture SeriesKamis, 9 Desember 2010Judul : "Extrasolar Planets Detection: Yesterday, Today, and Future"Jam : 09:00 - 10:00 WIBTempat : Ruang Seminar 2. Program Studi Astronomi ITB Kamis, 9 Desember 2010Judul : "The Evolution of Planetary System"Jam : 15:00 - 16:00 WIBTempat : Ruang Seminar 2, Program Studi Astronomi ITB Dr. Johny Setiawan adalah seorang astronom yang bekerja di Max-Plack-Institut fur Astronomie pada Departemen of Planet and Star Formation, Heidelberg, Jerman. Info lengkap tentang Dr. Jony Setiawan bisa dilihat di web personal beliau dari Max-Plack-Institut fur Astronomie di: http://www.mpia.de/homes/setiawan/ Acara ini terbuka untuk umum, tempat terbatas, bagi yang berminat silahkan konfirmasi kedatangan ke: Dr. rer. nat. M. Ikbal Arifyanto (Astronomi ITB)+62 (22) 2511576email : ikbal[at]as.itb.ac.id   info didapatkan dari: http://astronomy.itb.ac.id/en/news/66-kuliah-umum-dan-lecture-series-dr-rer-nat-johny-setiawan ...Baca selengkapnya.

Himastron ITB

Fri, 12 Feb 2010 22:00:18 +0700
Himastron ITB merupakan salah satu himpunan mahasiswa keprofesian di ITB yang memiliki nama resmi Himpunan Mahasiswa Astronomi Institut Teknologi Bandung. Himastron ITB lahir dari keinginan mahasiswa astronomi untuk berasosiasi dalam sebuah organisasi yang berorientasi pada kekeluargaan, kesejahteraan dan studi, pembinaan, kemanusiaan, dan tentunya pengembangan dan pemasyarakatan astronomi. ...Baca selengkapnya.

Peluncuran SOYUZ-TMA 18

Mon, 05 Apr 2010 18:56:43 +0700
"Sebuah wahana ruang angkasa milik Rusia kembali meluncur dari launching pad-nya di Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, dengan mambawa dua orang kosmonot dan seorang astronot NASA dalam penerbangan selama dua hari menuju International Space Station Awak dari Soyuz TMA-18 ini adalah Alexander Skvortsov, flight engineer Mikhail Kornienko serta Tracy Caldwell Dyson, yang merupakan doktor dalam bidang kimia. Ketiganya diberangkatkan pada pukul 12:04 waktu setempat pada hari Jumat, 2 April 2010. Sembilan menit setelah lift-off, wahana ini bergeser masuk ke dalam orbit utamanya yang memiliki titik tertinggi 230 km dan titik terendah sekitar 190 km. Semuanya berjalan dengan baik, ketiganya akan melabuh pada hari Minggu pukul 1:26 disambut oleh 23 kru ISS yang lain. Pada misi ini, digunakan roket Soyuz-FG yang tercatat telah berhasil menerbangkan 18 misi berawak ke ISS selama bulan April 2010. Roket dengan panjang 49,5 meter dan berdiameter 10,3 meter ini memiliki bobot lebih dari 300 ton, sebuah angka yang fantastis. Roket dengan tiga tingkat ini diterbangkan dengan minyak tanah, tapi bukan minyak tanah biasa, melainkan highly refined kerosene yang memiliki nama teknis RP-1. ...Baca selengkapnya.

Cerita dari Gaputa Go Green

Thu, 29 Apr 2010 01:28:15 +0700
...Gaputa...Go...Green... Itulah suara riang dan bersemangat yang terdengar ketika kami memasuki area perkemahan kebun pala, desa Gintungan, Ungaran. Sekitar 150 orang siswa SMP dan SMA berkemah bersama dalam tiga tenda TNI berukuran besar selama dua hari dalam acara Gaputa Go Green, sebuah acara kemah lingkungan yang diadakan oleh Ganecha Putra Tama, Pecinta Alam SMA Negeri 3 Semarang. Dalam acara tersebut, ada beberapa bentuk penyuluhan dan kegiatan lapangan yang dilakukan. Tentang daur ulang kertas, pembuatan kompos, penanaman pohon, hingga pengamatan bintang. Dan pada pengamatan bintang inilah Himastron ITB mengambil perannya. Sekitar pukul 19.00, kami (Rhorom dan Mayang) mencapai tempat perkemahan setelah sempat beberapa kali salah jalan dan belokan. Sesampainya di sana, tampaklah hiruk pikuk peserta di lapangan bola yang berumput cukup tebal. Tampak pula anak-anak dari perkampungan di sekitarnya. Mereka sedang mempersiapkan diri untuk menonton sebuah film yang juga mengusung ide pelestarian lingkungan, WALL-E. Setelah sempat beberapa kali terjadi kesalahan teknis, film pun usai dan disambut dengan tepuk tangan para penontonnya. Saat itu, sekitar pukul 21.30, sesi pengamatan bintang (stargazing) pun dimulai dengan sedikit pembukaan. Di hadapan peserta, dipaparkan beberapa slide bergambar benda langit yang dapat memberikan gambaran umum tentang astronomi. Di belakang barisan peserta, berdiri teleskop Vixen VMC 200 L yang siap digunakan untuk mengamati bulan dan beberapa objek lain. Binokular sederhana juga digunakan sebagai pembanding. Namun, tidak banyak objek yang bisa diamati karena awan menutupi sebagian besar langit malam saat itu. Selama sekitar 2 jam, 150 orang peserta mengantri satu demi satu untuk mendapatkan giliran meneropong langit malam sambil mendengar penjelasan dari kami atas pertanyaan-pertanyaan astronomis mereka. Bulan separo, alpha centauri sempat dilihat menggunakan teleskop yang tidak dinyalakan motornya itu. Tapi kedua objek ini membuat peserta senang dan kecewa karena waktu pengamatan terbatas. Setelah sempat juga menyaksikan fire ball, pengamatan disudahi pada pukul 23.30 karena peserta masih memiliki kegiatan lain keesokan harinya. Dalam keadaan yang cukup basah akibat embun, teleskop dibongkar dan disimpan kembali. Sampai jumpa langit Ungaran... ...Baca selengkapnya.

Akhir Hidup Nyawa Kehidupan

Mon, 01 Mar 2010 23:31:22 +0700
Hitam kini, hitam nanti Gelap kini akankah berganti... Dan kau lilin-lilin kecil Sanggupkan kau berpijar Sanggupkan kau menyengat Seisi dunia.... (Chrisye) Syair tersebut kiranya cocok bila kita sandingkan dengan "makhluk" yang senantiasa menyinari kita, membuat kita bernafas hingga saat ini. "Makhluk" di luar sana yang berperan penting dalam pembentukan kehidupan di Bumi. Tanpanya, Bumi akan hitam dan gelap seperti kata syair diatas. Hidup di planet bernama Bumi yang berada di sistem Tata Surya, tak terlepas dari peranan penting sang pusat Tata Surya tersebut. Ya, Matahari adalah Sang pusat Tata Surya yang merupakan sumber rantai kehidupan di Bumi. Mulai dari autotrof yang membutuhkan sinar Matahari untuk proses perambatan energi ke semua makhluk hidup, hingga peranan langsung sinar Matahari menembus sel-sel makhluk hidup. Tak hanya itu, sinar Matahari juga sangat berperan dalam keseimbangan temperatur bumi. Posisi yang strategis di Tata Surya dan komposisi Bumi yang ideal, serta sistem imunitas Bumi yang kuat, membuat sinar matahari yang sampai ke Bumi menjadikan Bumi tempat yang sangat ideal untuk berlangsungnya kehidupan. Berbicara Matahari sebagai nyawa kehidupan planet Bumi, tentu sangat erat kaitannya dengan struktur dan komposisi serta proses-proses termonuklir yang terjadi di dalamnya. Akhir hidup planet Bumi salah satunya bergantung pada Matahari. Jika Matahari telah tamat riwayatnya, maka tentu tamat pula riwayat Bumi. Namun, prediksi ini hanyalah berdasarkan perhitungan astronomi. Akhir kehidupan Bumi yang sebenarnya hanyalah Tuhan yang tahu. Proses kehidupan dan kematian merupakan undang-undang komprehensif yang berlaku bagi semua makhluk di alam semesta, tak terkecuali Matahari. Seperti halnya manusia, Matahari dan bintang-bintang lainnya di alam semesta pun mengalami fase lahir, hidup, dan mati. Jika manusia dilahirkan dari rahim, maka Matahari dilahirkan dari solar nebula yang merupakan kumpulan awan dan gas 4,6 milyar tahun yang lalu. Nebula ini berotasi dengan cepat hingga membentuk inti yang panas. Inti inilah yang kemudian menjadi matahari. Rotasi nebula ini tidak hanya menghasilkan inti panas berupa Matahari, tetapi juga menyemburkan materi-materi kecil yang kemudian membentuk planet beserta satelit-satelitnya juga benda-benda kecil lainnya yang mengelilingi Matahari. Matahari dan teman-teman kecilnya inilah yang disebut Tata Surya. Teori solar nebula ini adalah salah satu dari banyak teori tentang pembentukkan Tata Surya dan merupakan teori yang paling dipercaya hingga saat ini. Matahari merupakan bola gas panas yang memancarkan energi dalam bentuk foton (parikel cahaya). Dalam satu detik, Matahari mampu memancarkan energi lebih besar dari energi yang dibutuhkan manusia sejak awal peradaban hingga saat ini. Seperti kata orang bijak, tak ada yang abadi, maka Matahari juga tak selamanya terus-menerus memancarkan energi. Bahan bakar Matahari akan terus berkurang seiring dengan berjalannya waktu. Komposisi utama Matahari adalah gas hidrogen. Dahulu, para astronom meyakini bahwa energi panas yang dihasilkan Matahari adalah berasal dari energi gravitasi Matahari yang diubah menjadi energi kinetik. Barulah sejak dikenalnya prinsip radioaktivitas, diketahui bahwa sejak awal hidupnya, matahari sudah membakar hidrogennya menjadi helium (atom dengan inti yang lebih besar dari hidrogen) melalui serangkaian reaksi fusi (termonuklir) pada inti matahari untuk menghasilkan energi panas sekaligus mempertahankan kestabilan gravitasionalnya. Setelah beberapa ratus juta tahun membakar hidrogennya, akhirnya Matahari menempati posisi di deret utama pada diagram HR (diagram yang menghubungkan antara temperatur dan kecerlangan bintang). Deret utama pada diagram HR ini ditempati oleh sebagian besar bintang yang tergolong remaja dan masih aktif membakar hidrogen. Setiap detiknya, matahari membakar hampir 5 milyar ton hidrogen menjadi helium. Setiap pembakaran hidrogen ini akan menghasilkan energi panas bagi kelangsungan hidupnya dan hidup teman-teman kecilnya. Ketika pembakaran hidrogen sudah mencapai kulit dan hanya bersisa 20%, maka berhentilah pembakaran hidrogen di inti. Fase selanjutnya adalah pembakaran kembali helium di dalam inti yang membuat temperatur inti meningkat hingga seratus milyar derajat celcius dan terbentuk atom-atom yang lebih berat, seperti karbon dan oksigen. Disamping pembakaran helium di inti, pada permukaan matahari pun terjadi pembakaran 20% hidrogen sisa pembarakan di inti sebelumnya menjadi helium tetapi temperaturnya terus turun hingga mencapai 3500 derajat celcius. Fasa kedua ini juga membuat selubung gas matahari mengembang (diameter membesar) hingga mencapai Bumi dan terbentuklah bintang raksasa merah (red giants). Ketika diameter Matahari mencapai Bumi, maka sampai disinilah akhir riwayat Bumi. Matahari yang sudah berkunjung ke planet Bumi pun akan segera menemui ajalnya. Setelah menjadi bintang raksasa merah dan setelah semua helium di inti habis terbakar, maka terjadilah keruntuhan gravitasi, artinya sudah tidak ada lagi tekanan gas dan radiasi yang mampu menopang tekanan gravitasi. Untuk mengatasi kondisi tak seimbang ini, maka terjadilah degenerasi elektron di dalam inti yang menyebabkan atom-atom helium berhamburan keluar dari inti. Peristiwa ini disebut helium flash. Dari peristiwa helium flash ini terbentuk planetary nebula. Sedangkan inti Matahari berubah menjadi bintang katai putih (white dwarf) dengan temperatur 10.000 derajat celcius. Maka, dengan ini, sudah tak ada lagi bintang yang bernama Matahari. Pada saat tersebut, Matahari memang telah tamat riwayatnya. Namun, sama seperti halnya manusia yang meninggalkan tulang-belulang, mataharipun meninggalkan tulang-belulangnya berupa bintang katai putih. Mempelajari riwayat hidup Matahari, mungkin membuat kita ngeri akan termakannya Bumi oleh Matahari yang makin membesar. Namun, tak perlulah kita khawatir karena Matahari akan menemui ajalnya sekitar 10 milyar tahun lagi. Kurun waktu yang cukup dekat bagi ukuran alam semesta, namun bukan kurun waktu yang cukup dekat bagi ukuran manusia. Dan kiranya generasi kita tidak akan mengalami kegelapan seperti apa yang dikatakan syair diatas.   Pustaka : Phillips, A.C. The Physics of Stars. 2003. Chichester : Willey     ...Baca selengkapnya.

IKATAN MAHASISWA GEODESI ITB

Geodesy Student Association

Scientific Article Writing Competition 2011

Tue, 07 Dec 2010 08:48:18 +0000
1. Peserta merupakan anggota IMG (kecuali anggota divisi kelompok studi Indraja dan SIG) dan merupakan individu (bukan kelompok) 2. Tema artikel ilmiah: ?Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Kebencanaan? 3. Artikel ilmiah yang dikumpulkan merupakan karya orisinil dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Artikel ilmiah ini disusun hanya berdasarkan studi literatur yang dilakukan peserta. 4. Penulisan artikel [...] ...Baca selengkapnya.

Sejarah awal tentang Bumi dan Pasut

Tue, 16 Dec 2008 01:55:44 +0000
Tahukah anda ? Ide bahwa bentuk Bumi adalah bulat berawal pada sekitar abad ke-4 SM. Ide ini lahir bukan dari dasar dan bukti ilmiah akan tetapi hanya berdasarkan alasan filosofis semata. Mungkin hal ini sama dengan teori pasang surut menurut orang-orang Arab jaman dahulu. Orang-orang Arab jaman dahulu meyakini bahwa pasang yang terjadi di laut dikarenakan adanya [...] ...Baca selengkapnya.

Sistem Navigasi dalam Dunia Hewan

Sat, 03 Jan 2009 06:44:01 +0000
Sistem navigasi adalah produk teknologi modern dari peradaban umat manusia. Sekarang untuk mencari alamat, objek atau bahkan pergerakan sesuatu di muka bumi bisa kita ketahui dengan pasti dengan menggunakan sistem navigasi. Sistem navigasi ini banyak dipakai oleh manusia di kendaraan, pesawat, dan kapal laut. Karena bumi itu luas dan daya nalar dan insting manusia terbatas [...] ...Baca selengkapnya.

Haruskah Tambak Merusak Ekosistem Pesisir?

Tue, 20 May 2008 05:53:57 +0000
Beberapa puluh tahun yang lalu, di Indonesia terdapat hutan mangrove yang sangat luas. Hutan mangrove pada masa itu banyak memberikan manfaat kepada para penduduk dan nelayan disekitarnya sebagai penahan ombak dan angin kencang sehingga pantai terhindar dari abrasi. Selain itu daerah ini merupakan tempat berlindung binatang air seperti udang dan ikan dari pemangsa (predator), untuk [...] ...Baca selengkapnya.

Teknologi Penunjang Surveying

Mon, 05 Jan 2009 07:44:04 +0000
Teknologi Penunjang Surveying dalam Pengadaan IDSN (Infrastruktur Data Spasial Nasional) Kegiatan surveying adalah segala upaya pengukuran yang dilakukan yang ditujukan untuk mengakuisisi data yang dibutuhkan dalam proses pembuatan peta. Tujuan akhir yang akan kita tuju dari kegiatan surveying dalam bidang keilmuan Geodesi dan Geomatika adalah sebuah peta, apapun jenis peta tersebut apakah peta dasar atau peta [...] ...Baca selengkapnya.

Keprofesian Kita

Thu, 08 Jan 2009 06:44:05 +0000
Profesi Geodesi & 038; Geomatika Mungkin banyak orang awam yang belum mengetahui apa itu keilmuan Geodesi & 038; Geomatika (G & 038; G) dan profesi apa saja yang bisa digeluti oleh orang-orang yang menggeluti keilmuan Geodesi & 038; Geomatika. Memang bidang keilmuan ini belum diketahui secara luas oleh masyarakat awam, akan tetapi keilmuan yang berada di lingkup G [...] ...Baca selengkapnya.

Seekor Anjing dan GLONASS

Sat, 03 Jan 2009 06:07:35 +0000
Kabar dari Rusia Seekor Anjing dan GLONASS Badan antariksa Rusia, Roscosmos, berhasil meluncurkan tiga satelit baru ke orbit, Kamis (24/12). Ketiga satelit ditujukan untuk mendukung jaringan sistem navigasi berbasis satelit yang tengah dibangun bekas negara komunis tersebut. Satelit-satelit tersebut diluncurkan menggunakan roket Proton-M dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan. Sebelumnya Rusia telah meluncurkan 17 satelit dalam sistem navigasi yang disebut [...] ...Baca selengkapnya.

Membandingkan Gempa Sichuan dan Gempa Yogya

Fri, 06 Jun 2008 15:23:19 +0000
Hingga seminggu pasca gempa tektonik Sichuan yang memiliki moment magnitude 7,9 Mw itu, korban tewas telah mencapai 50.000 orang sementara ribuan lainnya masih terkubur di bawah timbunan puing, entah hidup atau tidak. Beberapa kota & 8220;terhapus” dari peta karena tidak ada lagi satupun bangunan yang tegak berdiri utuh. Sichuan adalah salah satu propinsi di Cina barat daya [...] ...Baca selengkapnya.

Advokasi Pesisir dan Laut

Tue, 06 May 2008 10:17:30 +0000
Wilayah pesisir memiliki arti strategis karena merupakan wilayah peralihan antara ekosistem darat dan laut, serta memiliki potensi sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang sangat kaya. Namun, karakteristik laut tersebut belum sepenuhnya dipahami dan diintegrasikan secara terpadu. Kebijakan pemerintah yang sektoral dan bias daratan, akhirnya menjadikan laut sebagai kolam sampah raksasa. Dari sisi sosial-ekonomi, pemanfaatan kekayaan [...] ...Baca selengkapnya.

Pelatihan Database - PostgreSQL

Mon, 11 May 2009 03:16:11 +0000
Pelatihan Database yang dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2009 pada pukul 11.00 ? 14.00 wib lalu merupakan awal dari pelatihan ini. Pelatihan Database ini menggunakan software PostgreSQL 8.2 atau 8.3 diadakan untuk anggota IMG guna meningkatkan keahlian keprofesian Geodesi. Oleh karena beberapa kendala maka peserta yang dapat mengikuti pelatihan ini terbatas. Hal ini dikarenakan oleh [...] ...Baca selengkapnya.

Copyright © 2011 Institut Teknologi Bandung | Tentang Situs | Peta Situs | Kredit

This site is IPv6 ready! You're using IPv4 from 38.107.179.244

ITB on